Langsung ke konten utama

Assalamu'alaikum Jangan Disingkat Lagi

Assalamu'alaikum
Hai teman-teman, rasanya senang sekali bisa kembali memposting blog ini yang untungnya tidak menjamur setelah sekian lama sejak Juli 2014 ditinggalkan :'D. Postingan dari aku kali ini bertemakan Islam guys yaitu tentang salam. Stayread yeah! :D
Salam dalam Islam yaitu Assalamu’alaikum sebenarnya adalah kata-kata yang bukan hanya sekadar salam (sapaan) melainkan juga sebagai do’a untuk saudara/i kita sesama muslim. Salam dalam Islam yaitu “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” yang artinya adalah “Semoga kedamaian dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu.” Subhanallah! Betapa indah arti dari Assalamu’alaikum :). Salam merupakan amalan sunnah dan menjawab salam merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang diberi salam. Salam dapat menumbuhkan rasa cinta & kasih sayang sesama muslim, seperti pada hadits Nabi berikut: Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah] Seiring dengan perkembangan zaman teknologi pun semakin maju. Hampir seluruh manusia berkomunikasi dengan sesama menggunakan handphone, internet, dan lain-lain agar lebih cepat dan mudah. Bahkan seringkali dari kita menyingkat kata Assalamu’alaikum agar lebih praktis dalam sms atau lainnya. Namun, apa yang terjadi bila kata Assalamu’alaikum disingkat? Kata Assalamu’alaikum akan memiliki arti yang berbeda seperti berikut : 
1. As = orang bodoh ; keledai 
2. Ass = pantat 
3. Askum = celakalah kamu 
4. Assamu = racun 
5. Samlekum = matilah kamu 
6. Salom/syalom= dari bhs Ibrani untuk sesama kristen dan ada 263 kata di dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru. 
7. Mikum = dari bahasa Ibrani Mari Bercinta. 
 Astaghfirullah hal adzim.. Tak disangka Assalamu’alaikum bila disingkat dapat memiliki arti yang jauh berbeda. Secara tidak sadar seorang muslim yang ingin menyampaikan do’a keselamatan untuk muslim lainnya justru menjadi do’a yang buruk. 
Untuk menyingkat salam telah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau. Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa barakatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah]. 
Jadi, apabila kita ingin menyampaikan salam baik diucapkan lagsung maupun secara tertulis maka sebaiknya salam tidak disingkat lagi. Atau apabila kita tetap ingin menyampaikan salam / sekadar sapaan kepada orang lain dalam keadaan sibuk dan ingin mempersingkat waktu dapat memberi sapaan seperti “Pagi..” dan kata-kata lainnya. 
Sekian dari saya, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan. :)
Wassalamu’alaikum


Thanks to :
https://asya84.wordpress.com/2010/12/16/kesalahan-dalam-menyingkat-ucapan-salam/#more-747
https://dienislam.wordpress.com/2010/07/04/salam_vs_ass/
Nb :  Postingan ini sama dengan blog ini http://rohisnurulilmismaga.blogspot.com/ karena yg memposting orang yang sama :D.

Komentar